* Slank Dance
Album The Big Hip (2008)
* Arigato Thank You
* Hard For You
* Kilav
* Rebut
* Rock N Roll
* Seen Things
* Sexy Cat
* Sora
* SPK ( Seperti Para Koruptor )
* Utaga Utaidasu
* Yumede Areba 2
* Yuwaku
Album Plur (2004)
* Atas Nama Blues
* Atjeh Investigation
* Biru
* Gossip Jalanan
* Indonesiakan Una
* Jkt Meledak Lagi
* Juwita Malam
* Ku Tak Bisa
* Lo Harus Grak
* Pasti
* Plur
* Samber Gledek
Album Road To Peace (2003)
* 7 Mantra
* Amrozy Gitting
* Gap
* Make Love Not War
* Mars Slankers
* Respect
* Salah
Album Satu Satu (2001)
* Blues Bini ( Pulang Kerja )
* Bulan Bintang
* Gara Gara Kamu
* Idiot Song
* Jadi Masalah
* Jembatan Gantung
* Karikatur
* Pesan Dalam Botol
* Schatzi
* Tolelir
Album Plur (2001)
* Atas Nama Blues
* Atjeh Investigation
* Biru
* Gossip Jalanan
* Indonesiakan Una
* Jkt Meledak Lagi
* Juwita Malam
* Ku Tak Bisa
* Lo Harus Grak
* Pasti
* Plur
* Samber Gledek
Album Virus (2000)
* 1
* Alas Roban
* Intro Indonesia
* Jakarta Pagi Ini
* Lembah Baliem
* Parah Se-x
* Sikon
* Utopia
* Virus
Album 999+09 1 (1999)
* 1 X 1 = Gak Janji
* Anak Mami
* Apa Yang Terjadi
* Bintang Kesiangan
* Friday
* Gak Welcome
* High Phobia
* Pelangi
* Percuma
* Senang2x
* Sober
* Teddy Bear
* Yin Yang
Album 999+09 2 (1999)
* Atmosphere Ngeblues
* Bisikan Mama
* Demon Crazy
* Desersi
* Gue Bebas
* Harus Mau
* Maenan Iblis
* Makin Love Aja
* Ngangkang
* One Night Stand
* Orkes Sakit Hati
* Pacar And Sahabatku
* Sista Petty
Album Mata Hati Reformasi (1998)
* Bela Diri (polisi Jangan Telat)
* Cuma Untukmu (anuku)
* Full Moon Blues
* Funky Junkie
* Gadis Selebriti
* L.O.V.E
* Missing Person (tren Orang Hilang)
* Nagih
* Naik Naik Ke Puncak Gunung
* Naluri Binatang
* Nggak Mau Percaya
* Punk Java
* Siapa Yang Salah
Album Tujuh (1997)
* ( Jerry ) Preman Urban
* ( Mumpung ) Lagi Gampang
* April
* Balikin
* Bimbim Jangan Menangis
* Hujan
* Kopi Air Hujan
* Maen Api
* Nge Drop
* Ngepas
* Poppies Lane Memory
* Pr Si Sum
Album Lagu Sedih (1996)
* Anak Malam
* Anarki Diri
* Bersama Kita Menangis
* Foto Dalam Dompetmu
* Josephira
* Just Kidding
* Kalau Aku Jadi Presiden
* Kampus Depok
* Koepoe Liarkoe
* Lorong Hitam
* Mandi Hujan
* Nggak Perlu
* Prakiraan Cuaca
* Telanjang
* Tong Kosong
Album Minoritas (1995)
* Bang Bang Tut
* Bidadari Penyelamat
* Entah Jadi Apa
* Gemerlap Kota
* Ham Burger
* Jinna ( Belasan Dalam Pelarian )
* Kalau Kau Ingin Jadi Pacarku
* Pak Tani
* Suku Benalu
* Tut Wuri Handayani
Album Generasi Biru (1994)
* Birokrasi Kompleks
* Blues Males
* Feodalisme ( Warisan Kompeni )
* Hey Bung
* Kamu Harus Pulang
* Nggak Perawan Lagi
* Pisah Saja Dulu
* Reaksi
* Serba Salah
* Terbunuh Sepi
Album Piss (1993)
* Anyer 10 Maret
* Begitu Saja
* Bmw
* Cekal
* Firasat
* Histeris
* Kirim Aku Bunga
* Korban Tradisi
* Main Monopoli
* Mau (beli) Tidur
* Percuma
* Piss
* Tepi Campuhan
Album Kampungan (1992)
* Aborsi
* Anak Terbuang
* Anjing
* Bali Bagus
* Kampungan
* Mawar Merah
* Pulau Biru
* Teng Teng Blues
* Terlalu Manis
Album Suit Suit Hehehe (1991)
* Aku Gila
* American Style
* Apatis Blues
* Bocah
* Kalah
* Karang
* Ladies Night In Ebony
* Maafkan
* Memang
* Suit Suit He He(GADIS SEXY)
Kamis, 08 September 2011
Minggu, 04 September 2011
AC Milan Glorie Tekuk Indonesian Legend 5-1 Satu-satunya gol balasan Indonesian Legend dicetak oleh Ricky Yakobi
VIVAnews - Indonesian Legend menyerah 1-5 dari AC Milan
Glorie dalam laga amal, Minggu, 4 September 2011. Empat gol Milan
Glorie dicetak Serginho dan Dida. Sedangkan satu-satunya gol Indonesia
dicetak oleh Ricky Yakobi.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia Legend sudah kebobolan 3 gol di babak pertama. Seluruhnya dicetak oleh Serginho.
Di babak kedua, Milan Glorie menurunkan penjaga gawang Dida sebagai striker. Hasilnya, Milan berhasil menambah satu gol lewat tandukan penjaga gawang asal Brasil itu.
Ancaman Dida sudah mulai terlihat saat berhasil melepaskan tendangan keras pada menit ke-59. Beruntung bola masih mampu diblok penjaga gawang Hendro Kartiko.
Pada menit ke-61, Dida kembali beraksi menyongsong umpan silang Daniel Massaro. Tandukan keras mantan kiper tim Samba itu gagal dijangkau Hendro Kartiko. Milan Glorie unggul 4-0 atas Indonesia Legend.
Pada menit ke-70, Dida kembali tampil gemilang. Kali ini Dida berhasil memberi assist bagi Serginho untuk menjebol gawang Indonesia yang dikawal Hermansyah.
Tak ingin dipermalukan di hadapan publik sendiri, Indonesia Legend yang dihuni mantan pemain timnas dari beberapa generasi tersebut mencoba meningkatkan tempo permainannya. Namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat Indonesia gagal membuka peluang emas.
Pada menit ke-71, pemain legendaris Indonesia, Rully Nere berhasil melepaskan tembakan yang cukup keras. Sayang bola masih mamu dijinakkan kiper Masimo Taibi.
Indonesia sebenarnya mendapat penalti pada menit ke-74 setelah Junior melanggar Rochy Puttiray di kotak terlarang. Sayang Ponaryo Astaman yang tampil sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya terlalu lemah sehingga mampu diblok Masimo Taibi.
Bola sebenarnya masih jatuh di kaki pemain Indonesia Legend, Rochy Puttiray. Sayang tendangan mantan striker Kitchee SC itu masih mampu ditepis Taibi.
Kiper legendaris Indonesia, Hermansyah juga berhasil membuat penyelamatan gemilang pada menit ke-75. Mantan kiper timnas itu mampu menjinakkan tendangan Serginho.
Memasuki menit-menit akhir babak kedua, Indonesia Legend kembali meningkatkan tekanannya. Namun aksi gemilang Taibi beberapa kali mampu menggagalkan serangan-serangan yang dibangun legenda timnas.
Indonesia akhirnya berhasil melesakkan satu gol ke gawang AC Milan Glorie pada menit ke-84. Ricky Yakobi yang masuk menggantikan Rochy Puttiray berhasil melepaskan tendangan yang gagal dijangkau Taibi.
Gol semata wayang ini disambut riuh penonton yang hadir di SUGBK. Hingga babak kedua berakhir, AC Milan tetap unggul dengan skor 5-1 atas Indonesia Legend All Star
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia Legend sudah kebobolan 3 gol di babak pertama. Seluruhnya dicetak oleh Serginho.
Di babak kedua, Milan Glorie menurunkan penjaga gawang Dida sebagai striker. Hasilnya, Milan berhasil menambah satu gol lewat tandukan penjaga gawang asal Brasil itu.
Ancaman Dida sudah mulai terlihat saat berhasil melepaskan tendangan keras pada menit ke-59. Beruntung bola masih mampu diblok penjaga gawang Hendro Kartiko.
Pada menit ke-61, Dida kembali beraksi menyongsong umpan silang Daniel Massaro. Tandukan keras mantan kiper tim Samba itu gagal dijangkau Hendro Kartiko. Milan Glorie unggul 4-0 atas Indonesia Legend.
Pada menit ke-70, Dida kembali tampil gemilang. Kali ini Dida berhasil memberi assist bagi Serginho untuk menjebol gawang Indonesia yang dikawal Hermansyah.
Tak ingin dipermalukan di hadapan publik sendiri, Indonesia Legend yang dihuni mantan pemain timnas dari beberapa generasi tersebut mencoba meningkatkan tempo permainannya. Namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat Indonesia gagal membuka peluang emas.
Pada menit ke-71, pemain legendaris Indonesia, Rully Nere berhasil melepaskan tembakan yang cukup keras. Sayang bola masih mamu dijinakkan kiper Masimo Taibi.
Indonesia sebenarnya mendapat penalti pada menit ke-74 setelah Junior melanggar Rochy Puttiray di kotak terlarang. Sayang Ponaryo Astaman yang tampil sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya terlalu lemah sehingga mampu diblok Masimo Taibi.
Bola sebenarnya masih jatuh di kaki pemain Indonesia Legend, Rochy Puttiray. Sayang tendangan mantan striker Kitchee SC itu masih mampu ditepis Taibi.
Kiper legendaris Indonesia, Hermansyah juga berhasil membuat penyelamatan gemilang pada menit ke-75. Mantan kiper timnas itu mampu menjinakkan tendangan Serginho.
Memasuki menit-menit akhir babak kedua, Indonesia Legend kembali meningkatkan tekanannya. Namun aksi gemilang Taibi beberapa kali mampu menggagalkan serangan-serangan yang dibangun legenda timnas.
Indonesia akhirnya berhasil melesakkan satu gol ke gawang AC Milan Glorie pada menit ke-84. Ricky Yakobi yang masuk menggantikan Rochy Puttiray berhasil melepaskan tendangan yang gagal dijangkau Taibi.
Gol semata wayang ini disambut riuh penonton yang hadir di SUGBK. Hingga babak kedua berakhir, AC Milan tetap unggul dengan skor 5-1 atas Indonesia Legend All Star
true story berbagi
Sam's Born ToBe RedBlack
* Copas dari milis Milanisti, semoga bisa berguna bagi yg membacanya...True story..
Saya yakin anda penggemar setia sepak bola. Tidak peduli apakah anda seorang
pengemar fanatic sebuah klub atau tidak, ada satu cerita menarik yang ingin
saya sampaikan pada kesempatan ini. Anda pasti kenal AC Milan klub asal
italy yang pada mei tahun 2003-04 berhasil menggondol trophy liga champion
setelah mengalahkan juventus dibabak final
Bukan cerita dibalik adu pinalti yang saya bahas karena saya memang bukan
komentator sepakbola yang sok pintar seperti yang ada di layer televisi.
Beberapa bulan sebelum pertandingan final piala champion yaitu pada maret
2003 ada kejadian heboh di kota milano markas besar AC Milan.
Waktu itu seorang penggemar setia Milan yang bernama Andrea dan masih
berumur 12 tahun menderita leukemia. Karena penyakitnya sudah tergolong
kronis dan dokter juga sudah angkat tangan, Andre pun tinggal menikmati
detik detik terakhir hidupnya. Menjelang detik detik terakhir sang bocah
hanya memiliki satu permintaan. Menurut anda apa kira kira permintaan si
Andrea..?? yang pasti si Andrea tidak meminta makanan yang enak, mainan yang
canggih, rumah atau mobil mewah..lalu apa dong..????
Andrea hanya punya satu harapan, dia berharap bisa melihat senyum Paolo
Maldini kapten AC Milan untuk yang terakhir kalinya. Alangkah terkejutnya
sang kapten setelah mengetahui permintaan Andrea. Esoknya Maldini dengan
satu kostum merah hitam bernomor punggung 3, plus foto dan tanda tangannya
datang kerumah sakit tempat Andrea dirawat.
Akan tetapi semua menjadi sia sia karena sang bocah sudah keburu meninggal
dunia. Apa mau dikata, niat baik dari sang kapten ternyata harus berakhir
dengan keharuan. Ternyata bukan itu saja, Andrea masih meninggalkan keharuan
yang lebih mendalam. Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Andrea sempat
menulis sebuah pesan di secarik kertas kecil.
Pesan yang sangat mengharukan yang menunjukkan keinginan serta semangat
Andrea yang mulia. Ada satu kalimat yang sampai kini tidak bisa dilupakan
oleh pemain Milan, khususnya Paolo Maldini.
Andrea menulis " saya sungguh tidak menyesal ketika saya tidak bisa melihat
senyum pangeran saya untuk yang terakhir kali, karena saya akan melihat
senyuman dia dari atas sana pada final piala champion mei nanti di old
Trafford, sewaktu dia mengangkat tinggi tinggi trophy itu"
Pesan berikutnya dari Andrea adalah " setelah scudetto mustahil untuk di
rebut, tolong berjanjilah kepada saya bawalah trophy liga champion itu
kembali ke kota Milan. Saya memang sudah tidak ada lagi sekarang tetapi
semangat dan dukungan saya akan selalu ada didalam diri kalian. Saya akan
mendukung kalian dari atas sana "
Dan setelah tiga bulan berlalu setelah Milan berhasil mengalahkan juventus
di final liga champion, Maldini bersama Leonardo, gatuso, costacurta, dan
beberapa staff dari Milan foundation berziarah ke makam Andrea dengan
membawa trophy champion ke tempat peristirahatan terakhir sang bocah.
Dengan bijak, Maldini mengatakan " saya tentu masih ingat kejadian itu. Saya
hanya bisa menangis sewaktu melihat Andrea dimakamkan dengan kostum
kebesaran Rossoneri sambil memeluk boneka beruang dan sebuah album berisi
foto foto kami "
" waktu itu saya telah bersumpah untuk membawa Milan menjadi juara champion.
Saya juga sudah berjanji pada diri saya dan Andrea bahwa saya akan bawa
trophy itu ke makam ini ".
Langganan:
Postingan (Atom)