ac.milan n slank

ac.milan n slank
plur n forza milan99x sampe mati sampe masuk surga

Sabtu, 03 September 2011

HISTORY OF MILAN

Sejarah

Kantor pusat pertama didirikan di 'Fiaschetteria Toscana' di Via Berchet di Milan, pada 1899. Sejak saat itu sejarah Milan yang sarat kejayaan terlahir karena klub itu terus mencatatkan namanya dalam buku rekor sepakbola sebagai salah satu tim yang paling terkenal dan paling sukses di dunia terutama dalam 15 tahun terakhir.
Sejarah Rossoneri bertaburan dengan nama-nama legendaris yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan klub, apakah itu para presiden, pelatih atau pemain. Presiden pertama adalah seorang expatriate asal Inggris, Alfred Edwards, yang menyaksikan klub itu meraih gelar pertamanya – hanya dua bulan setalh didirikan. Presiden dengan kesuksesan terbanyak adalah Silvio Berlusconi yng telah membawa Milan ke puncak dunia sejak berkuasa pada 1986.
Sebuah tim besar membutuhhkan seorang pelatih besar pula dan Milan jelas pernah ditangani oleh sejumlah bakat besar. Sosok-sosok seperti Gipo Viani, Nereo Rocco dan Nils Liedholm adalah para jagoan di era awal dan mereka diikuti oleh Arrigo Sacchi dan Fabio Capello yang membawa taktik dan strategi tim ke level baru yang banyak disebut-sebut sebagai pendekatan modern terhadap sepakbola. Seiring dengan itu, masing-masing dari mereka juga memastikan timnya memainkan sepakbola spektakuler.
Kejayaan di era Berlusconi diawali oleh Sacchi dan diikuti oleh Capello yang memenangi banyak trofi. Sacchi memenangi Piala Eropa secara beruntun bersama sebuah tim yang dianggap sebagai salah satu tim terhebat sepanjang sejarah, juga merebut gelar Serie A title, dua Piala Interkontinental dan Piala Super Eropa. Capello meneruskan itu dengan empat gelar liga, satu Piala Eropa dan satu Piala Super Eropa. Alberto Zaccheroni mempertahankan tradisi hebat itu dengan membawa timnya merebut gelar liga di tahun pertamanya sebelum Fatih Terim mengambil alilh untuk waktu yang singkat dan kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada Carlo Ancelotti yang kepiawaian manajemennya telah membawa Milan kembali ke puncak di Italia dan Eropa.

1899/1929

Pada 16 Desember 1899 Klub Sepakbola dan Kriket Milan secara resmi didirikan, tapi kali pertama nama Milan muncul di muka umum adalah pada hari Senin, 18 Desember dalam sebuah artikel di harian Gazzetta dello Sport newspaper. Kantor pusat pertama awalnya ada di Fiaschetteria Toscana di Via Berchet di Milan dan Presiden Alfred Ormonde Edwards mendaftarkan tim ini ke Federasi Sepakbola Italia pada Januari.
Tim ini hanya memainkan satu pertandingan dalam musim pertamanya, melawan Torino, dan meski kalah, Milan mengangkat trofi pertamany, 'Medali Raja’, yang diberikan oleh Raja Umberto I.
Pada 1900/01, Milan memenangi gelar nasional pertamanya dan Medali Raja yang kedua, dan mereka kembali memenanginya di musim berikutnya. Selama bertahun-tahun tim Kiplin meraih sukses besar dan Milan menjadi tim paling populer di wilayah Lombardy, memenangi 'Palla Dapples' yang bergengsi selama tiga musim beruntun (1904/05 - 1905/06 - 1906/07).
Pemain top saat itu adalah Louis Van Hege, seorang pencetak gol hebat dengan rata-rata luar biasa 1,1 gol per laga. Pada musim 1914/15, kejuaraan dihentikan sebelum akhir tahun lantaran pecahnya Perang Dunia I, dan baru dimulai kembali pada 1919. Setelah beberpa perubahan dalam struktur pengurus, Pietro Pirelli diangkat sebagai Presiden baru. Ia menduduki jabatan itu selama hampir 20 tahun, dan di eranya Stadion San Siro Stadium diresmikan.

1929/1949

Era 1920-an adalah periode konsolidasi buat Rossoneri di mana tim ini tak membuat gebrakan besar di lapangan.
Klub ini mengubah namanya dari Milan F.C. menjadi Milan Associazione Sportiva, dan menyusul sejumlah perubahan di level atas kepengurusan, Umberto Trabattoni menjadi presiden pada 1940. Itu adalah posisi yang didudukinya hingga 1954. Tim ini melewati periode naik dan turun, tapi biasanya mengakhir musim di papan tengah dan jarang finis di posisi empat teratas.
Perang Dunia II membuat sepakbola terhenti hingga musim 1946-47 ketika kejuaraan kembali digelar di mana setiap tim hanya sekali saling berhadapan. Milan berhasil finis di posisi keempat di bawah raksasa Torino, Juventus dan Modena. Dalam dua musim berikutnya ada sesuatu seperti momen kelahiran kembali di mana tim ini finis di tempat kedua dan ketiga, dengan Torino sebagai juara dalam kedua kesempatan itu.

1949/1955

Kehadiran Gunnar Nordhal menandai awal era baru buat tim Rossoneri yang sudah terlalu lama dianggap sebagai pelengkap dalam urusan gelar liga. Selain Nordhal, yang menjadi top skorer liga dengan 35 gol di musim 1949/50, dua pemain Swedia lainnya bergabung ke tim: Nils Liedholm dan Gunnar Gren. Ketiganya, bersama dengan kiper Lorenzo Buffon, merupakan penambahan kekuatan yang dibutuhkan tim ini.
Milan memenangi gelar keempat di musim 1950/51 dan melengkapi tahun bersejarah itu dengan merebut Piala Latin.
Sukses terus berdatangan dan Nordahl merupakan top skorer liga untuk tiga musim beruntun, 1952/53, 1953/54 dan 1954/55. Dalam musim terakhirnya, sang kapten mengantar Rossoneri meraih gelar liga satu lagi.
Pada 1954, Juan Alberto Schiaffino, yang dijuluki "Pepe", dibeli dari Penarol dan menjadi salah satu pemain top dalam tim ini selama beberapa tahun ke depan.

1955/1960

Musim 1955/56 menjadi saksi keikutsertaan Milan dalam edisi pertama Piala Champions di mana mereka kalah dari tim yang kemudian jadi juara, Real Madrid, di semifinal, tapi mereka berhasil merebut Piala Latin untuk kali kedua saat mereka menang 3-1 atas Athletic Bilbao di final.
Dengan kehadiran pelatih baru Gipo Viani yang menangani tim ini, Milan memenangi gelar liga di musim 1956/57, tapi kejutan sesungguhnya musim itu adalah striker Gastone Bean, yang mencetak 17 gol. Setahun kemudian, tim itu menjadi lebih kompetitif ketika Jose Altafini bergabung dalam tim: pemain Brasil itu merebut hati para fans dengan skill dan keceppatannya bersama-sama kapten "tua" Liedholm, Cesare Maldini dan "Pepe" Schiaffino, playmaker tak terlupakan di lini tengah, Milan memenangi gelar di akhir persaingan seru dengan Fiorentina.
Schiaffino, salah satu dari beberapa pemain yang pantas mendapat gelar juara sejati, memainkan musim terakhirnya di tim Milan yang gagal bersinar dalam kejuaraan, tapi setidaknya Rossoneri berhasil mengatasi rival sekota, Inter, 5-3 dalam derby musim semi, di mana Altafini mencetak 4 gol.

1960/1970

Jika tahun-tahun sebelumnya ditandai oleh para pemain asing (Gre-No-Li, Schiaffino-Altafini) menjadi andalan, antara 1960 dan 1970, para pemain Italia tak hanya mengambil alih posisi sebagai aktor utama dalam sejarah klub ini, tapi juga menonjol di pentas dunia dan mengukir nama di level internasional. Dari tim Olimpiade 1960 Roma datang pemain-pemain seperti Trapattoni, Trebbi, Alfieri dan Noletti bersama dengan seorang anak muda bernama Gianni Rivera yang memainkan laga pertamanya untuk klub ini saat usianya baru 17, melawan Alessandria, bekas timnya, dalam sebuah kemenangan 5-3 buat Milan. Musim itu Rossoneri berada dalam pacuan gelar hingga akhir, tapi dua kekalahan dalam dua laga terakhir, lawan Bari dan Fiorentina, membuat mereka hanya menjadi runner-up.
Saat Nils Liedholm pergi, 'Paròn' Nereo Rocco datang sebagai pelatih baru untuk memunculkan sebuah era baru, ditandai dengan sukses di dalam dan luar negeri. Trofi pertama adalah gelar liga di musim the 1961-62, tapi sukses yang paling menyenangkan dan tak terlupakan adalah merebut Piala Eropa untuk kali pertama. Dalam final melawan Benfica, dimainkan di Satdion Wembley pada 22 Mei 1963, merupakan laga yang seru: Milan menganggkat piala setelah mengalahkan tim Portugal itu 2-1 (Altafini menyumbang 2 gol buat Milan dan Eusebio mencetak gol buat Benfica). Foto kapten Cesare Maldini mengangkat piala bersama Nereo Rocco masih terbayang dalam memori semua suporter Rossoneri.
Milan gagal mengulang sukses itu di Piala Interkontinental Cup, di mana Milan kalah 0-1 dari Santos dalam laga penentuan di Stadion Maracana. Di akhir musim, presiden Andrea Rizzoli meninggalkan klub setelah sembilan tahun bergelimang sukses besar termasuk empat gelar liga, satu Piala Latin dan Piala Eropa yang bergengsi. Ia dikenang tak hanya atas prestasi olahraganya, tapi juga karena membangun pusat latihan centre of Milanello yang kemudian menjadi aset penting selama bertahun-tahun.
Setelah beberapa musim yang mengecewakan di mana tim ini bermain jauh di bawah potensi mereka, Milan kembali ke puncak klasemen di musim 1967-68, memenangi gelar liga kesembilan dan prestise klub makin melambung dengan sukses di Piala Winners Eropa, yang pertama dalam sejarah Milan. Menjadi juara liga membawa Milan kembali ke Piala Eropa di musim berikutnya dan pasangan Rivera-Prati bergaya di final di Stadion Bernabeu di mana mereka mengalahkan tim Belanda, Ajax, yang diperkuat Johan Cruijff muda, 4-1. Kiper Milan, Fabio Cudicini, mendapat julukan 'Laba Laba Hitam’ menyusul aksinya mencegah Manchester United mencetak gol di semifinal. Milan juga akhirnya menjadi Juara Dunia setelah menang 3-0 di San Siro yang diikuti dengan kekalahan 2-0 di Stadion Bombonera di Buenos Aires melawan Estudiantes. Kelas dan gaya Gianni Rivera membuat playmaker itu meraih Bola Emas sebagai Pemain Terbaik Eropa 1969, dan mendapat tribut indah ini: 'dalam dunia sepakbola yang gersang, Rivera satu-satunya yang memliki rasa puitis.'

1970/1985

Salah satu periode paling gelap dalam sejarah Milan di mana klub ini tak bisa banyak berpesta. Satu-satunya titik terang datang saat tim ini dianugerahi kehormatan untuk memakai 'Bintang' di kostum mereka setelah memenangi gelar liga ke-10, pada 1979. Tim ini juga tiga kali merebut Piala Italia serta satu Piala Winners Eropa.
Juara Italia ini dilatih oleh Nils Liedholm, yang memberikan debut kepada seorang pemain muda yang kemudian bakal menjadi kapten dan salah satu bek terbaik di dunia: Franco Baresi. Franco yang hebat ini bermain dalam laga kompetitif pertamanya buat Milan pada 23 April 1978 dalam kemenangan 2-1 atas Verona.
Tahun-tahun ini juga diwarnai datang dan perginya banyak pelatih dan pengunduran diri gelandang legendaris Gianni Rivera yang diangkat menjadi wakil presiden klub.
Delapan tahun pertama dari 1980-an menjadi saksi turunnya standar yang sebelumnya sangat tinggi di mana tim ini bermain selama dua musim di Serie B. Meski begitu, tak semuanya merupkan kabar buruk karena Paolo Maldini naik ke pentas sepakbola saat ia membuat debutnya pada 20 Januari 1985 dalam sebuah hasil imbang 1-1 lawan Udinese. Paolo, tentu saja, kemudian mengikutin jejak Baresi dan menjadi kapten tim ini meraih sukses di dalam dan luar negeri.

1985/2007

Setelah meraih sukses di musim-musim sebelumnya, Nils Liedholm diangkat kembali menjadi pelatih. Meski begitu, hasil-hasil yang diraih tak meningkat baik di liga atau di kompetisi piala. Klub ini sudah sampai pada masa di mana dibutuhkan perombakan besar-besaran dan pada 24 Maret 1986, Silvio Berlusconi diangkat sebagai presiden Milan ke-21.
Presiden baru ini memutuskan untuk secara radikal memperkuat tim dan mengambil keputusan untuk turun ke pasar transfer. Pada musim 1986/78, para pemain seperti Roberto Donadoni, Dario Bonetti, Giuseppe Galderisi, Daniele Massaro dan Giovanni Galli direkrut untk digabungkan dengan bintang Inggris Mark Hateley dan Ray Wilkins. Butuh waktu bagi para pemain baru ini untuk beradaptasi, tapi Milan berhasil lolos ke Piala UEFA berkat kemenangan atas Sampdoria dalam play-off di mana Massaro mencetak satu-satunya gol dalam laga itu di perpanjangan waktu.
Musim 1978/89 adalah saat kehadiran Arrigo Sacchi. Pelatih baru ini merupakan tokoh zonal marking, total football, beserta tekanan dan kecepatan terhadap lawan saat mereka menguasai bola. Bersama dengan kehadiran bintang-bintang Belanda Marco Van Basten dan Ruud Gullit, tim ini kemudian memasuki era baru dan mengasyikkan yang kemudian mengubah sepakbola tak hanya di Italia, tapi juga di dunia. Pemain tim yunior Alessandro Costacurta juga dipromosikan ke tim inti dan Milan berhasil mengubah musim itu menjadi salah satu momen luar biasa. Terlepas dari sanksi di luar lapangan, termasuk dinyatakan kalah 0-2 dari Roma berdasarkan keputusan pengadilan olahraga, tim ini berjuang bangkit dan bersaing dengan Napolinya Diego Maradona di puncak klasemen. Sebuah kemenangan 3-2 atas Napoli di stadion San Paolo pada 18 Mei 1988 memberikan Milan gelar liga ke-11 dan yang pertama di era Berlusconi.
Duet Belanda Gullit dan Van Basten diikuti rekan senegaranya, Frank Rijkaard, untuk membentuk satu trio baru dari satu negara yang sama mirip dengan Gunnar Nordhal, Nils Liedholm dan Gunnar Gren - 'Gre-No-Li' – di tahun 1950-an. Dari situ sukses demi sukses diraih. Di musim 1988/89, Milan menguasai Eropa, merebut Piala Champions setelah menekuk Vitocha, Red Star Belgrade, Werder Bremen dan kemudian Real Madrid di semifinal untuk mencapai final lawan Steaua Bucarest. Lebih dari 100.000 penonton memadati stadion Nou Camp di Barcelona untuk menyaksikan Milan menang telak 4-0. Di bawah asuhan Sacchi, tim ini memenangi satu gelar liga, dua Piala Champions, dua Piala Interkontinental, dua Piala Super Eropa dan satu Piala Italia.
Mantan gelandang Milan Fabio Capello menggantikan Sacchi di awal musim musim 1992/93 tapi tim ini terus mendominasi di dalam dan luar negeri, memenangi empat gelar liga (tiga secara beruntun), tiga Piala Super Italia, satu Piala Champions (dimenangi dengan kemenangan tak terlupakan di final lawan tim favorit Barcelona) dan satu Piala Super Eropa.
Periode antara 1986 dan 1996 tak diragukan lagi merupakan periode paling subur, tak hanya berdasarkan jumlah trofi yang dimenangi, tapi juga dari segi penampilan bermutu tinggi dan permainan mengasyikkan. "Yang Abadi " dan "Yang Tak Terkalahkan ", julukan mereka, membawa sepakbola ke level baru, tapi di akhir 90-an tak sepositif awal dekade itu. Klub ini berganti-ganti pelatih (Tabarez, kemudian Sacchi dan Capello lagi) tapi dengan kehadiran Alberto Zaccheroni pada 1999, Milan memenangi gelar liga yang ke-16 di musim yang bersamaan dengan perayaan hari jadi klub yang seabad.
The period between 1986 and 1996 was without a doubt the most prolific period, not only in terms of the number of trophies won, but in the excellent performances and exciting style of play. "The Immortals" and "The Invincibles", as they were known, took the game to new heights but the late '90s were not as positive as the beginning of the decade had been. The club alternated between a succession of coaches (Tabarez, then Sacchi and Capello again) but with the arrival of Alberto Zaccheroni in 1999, Milan won its 16th league title in the same season as the club's centenary celebrations.
Sejarah Milan berikutnya membawa kita ke periode sekarang di mana Carlo Ancelotti mengambil alih posisi pelatih dari Fatih Terim, dan bertepatan dengan sukses tim ini memenangi Liga Champions 2003 ketika mereka mengalahkan rival sesama Italia, Juventus di final. Milan juga merebut Piala Italia dan Piala Super Eropa di tahun yang sama.
Gelar liga kembali ke kantor pusat klub di Via Turati di akhir musim 2003/04 yang merupakan gelar ke-17 dan tim ini memulai musim berikutnya dengan memenangi Piala Super Italia pada 21 Agustus. Meski begitu, musim 2004/05 kemudian meninggalkan rasa pahit di mulut, dan terlepas dari sejumlah penampilan hebat, tim ini gagal menyamai prestasi musim sebelumnya. Sebaliknya, musim 2006/2007 merupakan salah satu kerja istimewa dalam segi perjuangan, keberanian dan sukses. Milan diberi peluang sempit menyusul hukuman yang dijatuhkan hakim olahraga di awal musim, tapi para pemain dan staf pelatih ‘menyingsingkan lengan baju mereka’ untuk membalikkan keadaan dengan cara yang mengangumkan. Para pemain dipanggil lebih awal dari liburan musim panas mereka, dengan beberapa di antara mereka baru saja memenangi Piala Dunia. Skuad ini berkumpul di Milanello, bersatu dan penuh determinasi, dan mereka lolos ke fase grup Liga Champions berkat kemenangan dalam pertarungan dua leg melawan Red Star Belgrade di babak kualifikasi. Milan juga membuat awal baik di liga, tapi harus membayar mahal atas minimnya persiapan seiring dengan waktu yang semakin menguras tenaga. Meski begitu, sejumlah latihan di udara hangat di Malta saat liburan musim dingin merevitalisasi tim. Para pemain Carlo Ancelotti dalam perfroma luar biasa memasuki fase terakhir musim itu hingga mereka mencapai target 4 Besar di liga dan Liga Champions. Dengan diamankannya posisi keempat, final di Athena mempertegas kekuatan karakter tim ini karena mereka berhasil mengatasi ketidakadilan, dengki dan ktidakberuntungan yang harus mereka jalani.
Salah satu trofi terakhir yang ditaklukkan adalah Piala Super Eropa yang dimenangi pada 31 Agustus 2007 di Montecarlo dalam final melawan Sevilla, pemegang Piala UEFA, sebuah pertandingannyang dimainkan tanpa antusiasme lantaran tewasnya pemain klub Andalusia itu, Antonio Puerta. Meski begitu, ada tugas penting satu lagi yang dijadwalkan buat Rossoneri di musim 2007/2008: perjalanan berat ke Jepang untuk memenangi Piala Dunia Klub FIFA, trofi interkontinental paling bergengsi yang bisa didambakan sebuah klub. Milan terbang dari Italia ke Yokohama siap untuk menghadapi tantangan ini dengan satu tambahan motivasi: memenangi trofi ini akan menjadikan Milan sebagai klub paling sukses di dunia dengan jumlah trofi internasional terbanyak yang pernah dikoleksi dan karenanya, mengalahkan klub Argentina Boca Juniors. Setelah memenangi semifinal lawan Urawa Red Diamonds, tim Ancelotti mulai berkonsentrasi dan penuh tekad untuk laga final lawan Boca. “Derby Dunia ” ini pun digelar: penampilan Rossoneri terbilang sempurna, spektakuler dan hasil akhir, 4-2 buat mereka, menobatkan Milan sebagai klub paling sukses di dunia. Kota Milan dan seluruh fans Milan bersama para pemain merayakan target prestisius yang tercapai berkat kekuatan dari sebuah kelompok fantastis yang mampu memberikan momen-momen yang sangat istimewa.

Dalam beberapa tahun terakhir Rossoneri, yang empat kali lolos ke semifinal kompetisi utama Eropa dalam lima tahun, telah mengukuhkan mereka sebagai pemain kunci dalam skenario nasional dan internasional, dan siap untuk meraih prestasi baru dengan dukungan antusiasme banyak fans di Italia dan luar negeri dan dengan lebih dari seratus tahun tradisi dari emosi dan kesuksesan

ALEGGRI;BUANG PIPPO KEPUTUSAN SULIDT

Foto: Massimiliano Allegri mengaku sulit mencoret Filippo Inzaghi dari skuad Milan di Liga Champions/Daylife
Foto: Massimiliano Allegri mengaku sulit mencoret Filippo Inzaghi dari skuad Milan di Liga Champions/Daylife
MILAN - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri buka suara terkait keputusannya mencoret Filippo Inzaghi dari skuad I Rossoneri di Liga Champions 2011/2012. Menurutnya, membuang Inzaghi adalah keputusan paling berat yang harus diambilnya.

Beberapa saat lalu, Allegri telah merilis 25 pemain yang akan didaftarkannya di Liga Champions. Sayangnya, dalam 25 nama pemain tersebut, tidak tercantum nama Pippo yang notabene salah satu bomber tersubur di kancah Eropa –kedua setelah Raul Gonzalez-. Satu pemain lain yang juga tidak didaftarkan adalah gelandang anyar Stephan El Shaarawy.

Allegri terpaksa mencoret Inzaghi demi memberikan tempat untuk rekrutan anyarnya, Antonio Nocerino yang didatangkan dari Palermo di detik-detik akhir bursa transfer. Allegri menilai, dia terpaksa menyingkirkan striker 38 tahun tersebut, karena tenaga Nocerino lebih dibutuhkan untuk memperkuat lini tengah, menyusul cederanya Mathieu Flamini yang bakal absen setidaknya enam bulan ke depan.

Sementara di lini depan, Allegri mengaku sudah punya cukup penyerang dalam diri Zlatan Ibrahimovic, Alexandre Pato, Robinho dan Antonio Cassano.

“Saya menghadapi pilihan sulit saat harus merilis daftar pemain untuk tampil di Liga Champions. Dan Inzaghi serta El Shaarawy terpaksa harus saya coret,” tutur Allegri sebagaimana dikutip La Gazzetta dello Sport, Jumat (2/9/2011).

Meski demikian, Allegri tetap memberikan kesempatan bagi Inzaghi untuk berlaga di Liga Champions musim ini. Mantan pelatih Cagliari ini berencana mendaftarkan nama Pippo pada pendaftaran kedua di bulan Januari. Namun, sebelum mendaftarkan pahlawan Milan saat memenangi Liga Champions 2007 silam ini, Allegri menantang Pippo untuk membuktikan kebugarannya sehingga bisa diandalkan setiap saat.

“Saya berharap, Pippo bisa kembali ke bentuk permainan terbaiknya pada Januari, sehingga saya bisa mendaftarkannya,” sambungnya.

Terakhir, Allegri juga mengaku telah mendiskusikan keputusannya ini kepada pemain yang bersangkutan. Dan untungnya, Pippo mengerti dan legowo menerima keputusan tersebut. “Saya sudah berbicara dengannya. Pastinya, dia kecewa tapi dia mengerti,” tutupnya.

Di penyisihan grup liga Champions musim ini, Milan tergabung di grup H, bersama BATE Borisov (Belarusia), Viktoria Plzen (Rep.Ceska) dan juara bertahan Barcelona. Jawara Serie A musim lalu ini akan mengawali perjuangan perdananya dengan menyambangi markas El Barca di Camp Nou, Rabu (14/9/2011) dini hari WIB. (acf)

jadwal MILAN S/D DESEMBER 2011

Jadwal Giornata 2-14 Serie-A Dirubah

oleh AC. Milan (Milanisti Indonesia) pada 31 Agustus 2011 jam 10:48
Demi menyesuaikan dengan jadwal Liga Champions dan Europa League, beberapa giornata di Serie-A terpaksa mengubah jadwal. Terdapat beberapa  perubahan kecil dari giornata 2 hingga 14.
Sejak pekan ke-2, terdapat beberapa pertandingan yang bakal digelar pada Jumat malam demi menyesuaikan jadwal beberapa tim yang tampil di Liga Champions dan Europa League.
Jumat pertama adalah pada 9 September saat AC Milan berjumpa Lazio di San Siro pada giornata 2. Sementara giornata 4 akan ada laga tengah pekan yang melibatkan Novara vs Inter Milan (Selasa, 20/9), AS Roma vs Siena (Kamis, 22/9), dan laga sisa pada Rabu (21/9). (irawan)
Berikut beberapa perubahan jadwal Serie-A:

Giornata 2 
Jumat, 9 September
Milan-Lazio (19.45)
Sabtu, 10 September
Cesena-Napoli (19.45)
Minggu, 11 September
Juventus-Parma (11.30)
Palermo-Inter (19.45)

Giornata 3 
Saturday September 17
Cagliari-Novara (17.00)
Inter-Roma (19.45)
Minggu, 18 September
Atalanta-Palermo (11.30)
Napoli-Milan (19.45)

Giornata 4 
Selasa, 20 September
Novara-Inter (19.45)
Kamis, 22 September
Roma-Siena (19.45)

Giornata 5 
Sabtu, 24 September
Bologna-Inter (17.00)
Napoli-Fiorentina (19.45)
Milan-Cesena (19.45)
Minggu, 25 September
Chievo-Genoa (11.30)
Parma-Roma (19.45)

Giornata 6 
Sabtu, 1 Oktober
Roma-Atalanta (17.00)
Inter-Napoli (19.45)
Minggu, 2 Oktober
Novara-Catania (11.30)
Juventus-Milan (19.45)

Giornata 7 
Sabtu, 15 Oktober
Catania-Inter (17.00)
Napoli-Parma (19.45)
Milan-Palermo (19.45)
Minggu, 16 Oktober
Cesena-Fiorentina (11.30)
Lazio-Roma (19.45)

Giornata 8 
Sabtu, 22 Oktober
Fiorentina-Catania (17.00)
Juventus-Genoa (19.45)
Minggu, 23 Oktober
Lecce-Milan (11.30)
Bologna-Lazio (19.45)

Giornata 9 
Selasa, 25 Oktober
Juventus-Fiorentina (19.45)
Kamis, 26 Oktober
Palermo-Lecce (19.45)

Giornata 10 
Sabtu, 29 Oktober
Catania-Napoli (17.00)
Roma-Milan (17.00)
Inter-Juventus (19.45)
Minggu, 30 Oktober
Siena-Chievo (11.30)
Cagliari-Lazio (19.45)

Giornata 11 
Sabtu, 5 November
Palermo-Bologna (17.00)
Novara-Roma (19.45)
Minggu, 6 November
Genoa-Inter (11.30)
Napoli-Juventus (19.45)

Giornata 12 
Sabtu, 19 November
Inter-Cagliari (17.00)
Napoli-Lazio (19.45)
Fiorentina-Milan (19.45)
Minggu, 20 November
Bologna-Cesena (11.30)
Roma-Lecce (19.45)

Giornata 13 
Jumat, 25 November
Udinese-Roma (19.45)
Sabtu, 26 November
Lecce-Catania (17.00)
Novara-Parma (17.00)
Lazio-Juventus (19.45)
Minggu, 27 November
Milan-Chievo (19.45)

Giornata 14 
Jumat, 2 Desember
Genoa-Milan (19.45)
Sabtu, 3 Desember
Napoli-Lecce (19.45)
Inter-Udinese (19.45)
Minggu, 4 Desember
Catania-Cagliari (11.30)
Parma-Palermo (19.45)

abdee slank

Abdee Negara (lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968; umur 43 tahun) adalah gitaris, vokal pendukung, penulis lagu dan produser yang berasal dari Indonesia. Ia adalah salah satu gitaris Slank dengan gitaris lainnya, Ridho dan pernah bermain dengan gitaris nasional dan internasional lainnya, salah satunya Paul Gilbert. Selain Slank, band utamanya, Abdee juga memproduseri band Indonesia lainnya, Serieus. Sejak memulai karier musiknya, Abdee selalu bermain dan mempersembahkan gaya rock-blues.

 Karier musik

  • 1988- belajar teori musik di ILW sambil bermain band dengan Ivan N Flash Band.
  • 1990-1997 jadi session player di studio dan panggung
  • 1997 akhir, bergabung dengan Slank sampai sekarang.

 Diskografi

  • Tujuh (1997)
  • Mata Hati Reformasi (1998)
  • Konser Piss 30 Kota (1998)
  • 999 + 09 1 (1999)
  • 999 + 09 11 (1999)
  • Ngangkang (2000)
  • Virus (2001)
  • Virus Road Show (2000)
  • Satu Satu (2003)
  • Bajakan (2003)
  • P.L.U.R (2003)
  • Slankissme (2005)
  • Since 1983 - edisi Malaysia (2006)

Abdee Negara
Latar belakang
Dikenal juga sebagai Abdi Negara Nurdin
Genre Rock / Blues
Instrumen Guitar
Tahun aktif 1988 - sekarang
Label Slank Records,
Artis terkait Slank
Situs web http://www.slank.com
Instrumen khusus
Guitar

semua gelar milan hingga detik ini

18 kali juara Serie A (1901, 1906, 1907, 1950/51, 1954/55, 1956/57, 1958/59, 1961/62, 1967/68, 1978/79, 1987/88, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, 1998/99, 2003/04, 2010/11)

7 kali juara Liga Champions (1962/63, 1968/69, 1988/89, 1989/90, 1993/94, 2002/03, 2006/07)

2 kali juara Serie B (1980/81, 1982/83)

5 kali juara Coppa Italia (1966/67, 1971/72, 1972/73, 1976/77, 2002/03)

6 kali juara SuperCoppa Italia (1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011)

5 kali juara Piala Super Eropa (1989, 1990, 1994, 2003, 2007,)

2 kali juara Piala Winner (1967/68, 1972/73)

3 kali juara Piala Interkontinental (1969, 1989, 1990)

1 kali juara Piala Dunia Antarklub (2007)

3 kali juara Trofeo TIM (2001, 2006, 2008)

KAKA SLANK

Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa Kaka (lahir di Jakarta, 10 Maret 1974; umur 37 tahun) adalah sepupu Bim-bim, pendiri Slank. Di Slank, Kaka mengisi sektor suara.

 Sejarah hidup

Bungsu dari empat bersaudara ini mulai mengenal musik sejak SMP. Namun dirinya bergabung dengan Slank baru saat duduk di kelas 1 SMA pada tahun 1989. Ia menempati posisi vokal menggantikan posisi Well Welly yang keluar dari Slank. Dunia artis yang penuh kehidupan glamour dan foya-foya sulit untuk dihindari, Kaka pun turut terjebak dalam dunia hitam narkoba. Awal mula mengonsumsi pil neraka ini adalah mencoba-coba, tetapi kemudian jadi ketagihan. Akhirnya sejak tahun 2000, dengan dibantu terapi obat- obatan Cina, Kaka menjauhkan diri dan tidak menyentuh barang haram itu lagi.
Kaka menikah dengan Natascha Oking pada hari Jumat tanggal 13 Desember 2002. Pernikahan ini merupakan pernikahan kedua Kaka. Dari pernikahan pertamanya, Kaka dikaruniai seorang anak Soleilluna (lahir 1996) dan dari pernikahan keduanya, Chaska Satriaji (lahir 6 April 2004) dan Siti Alaula Satriaji (lahir 23 Agustus 2007).

                              KAKA
Latar belakang
Dikenal juga sebagai Kaka
Genre Rock / Blues
Label Slank Records
Artis terkait Slank
Situs web http://www.slank.com

pay slank

Parlin Burman Siburian (populer dengan panggilan Pay; lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, 2 Mei 1970; umur 41 tahun) adalah salah seorang musikus Indonesia. Ia adalah anggota band rock BIP yang telah mengedarkan 2 album yakni "Turun dari langit" dan "Min Plus". Pay juga terpilih sebagai salah satu gitaris yang tampil di album Gitar Klinik dan jam session bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe Jakarta.
Pay merupakan mantan anggota Slank. Pay masuk Slank pada tahun 1989. Di masa itu Pay kenal dengan beberapa produser dan coba-coba menawarkan demonya Slank, akhirnya ketemu dan Slank diambil. Tahun 1990 Slank mulai rekaman, dengan personil yang terdiri dari Pay, Bimbim, Bongky, Indra dan Kaka.
Pay pernah bergabung bersama Andy Liany, Ronald, dan Once membentuk Fargat 27, dan merilis album "Seribu Angan".
Pay menikah dengan Cynthia Dewi Bayu Wardhani atau yang lebih dikenal dengan Dewiq, seorang penyanyi asal Ujung Pandang, Indonesia, yang juga seorang musikus dan penyanyi. Ia kemudian menceraikan Dewiq. Pada tahun 2010, Pay menikahi Irene Anastasya Pricilia


PAY
Pay
Latar belakang
Nama lahir Parlin Burman Siburian
Lahir 2 Mei 1970 (umur 41)
Bendera Indonesia Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pekerjaan musikus
Tahun aktif 1992 - sekarang
Hubungan
Pasangan Irene Anastasya Pricilia

bim-bim slank

Bimo Setiawan Almachzumi (lahir di Jakarta, 25 Desember 1966; umur 44 tahun; kerap disapa dengan panggilan Bim-Bim) adalah pemusik serta pendiri dari grup musik Indonesia, Slank. Di grup Slank, Bim-bim memainkan instrumen drum.

 Biografi

Bersama Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal), Bimbim mengekspresikan kecintaannya terhadap karya-karya Rolling Stones. Pada Desember 1983 mereka mendirikan Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta, yang merupakan cikal bakal Slank.
Dalam perjalanannya, mereka mengalami perombakan personil hingga akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada 1996 yang bertahan sampai sekarang. Formasi terakhir, yang dimulai dari album ketujuh Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar).


Bimo Setiawan Almachzumi
Latar belakang
Dikenal juga sebagai Bim-bim
Genre Rock / Blues
Instrumen Drum
Tahun aktif 1983 - present
Label Slank Records
Artis terkait Slank
Situs web http://www.slank.com
Instrumen khusus
Premiere Drums

binho

profil Dan Biodata Lengkap Robinho


Informasi Pribadi

Nama lengkap : Robson de Souza
Tanggal kelahiran : 25 Januari 1984 (umur 27)
Tempat kelahiran : São Vicente, Brazil
Tinggi : 5 ft 9 in (1.75 m)
Posisi bermain : Striker/Winger

Informasi klub

Klub saat ini : Milan
Nomor : 70

Karier senior

Tahun Tim Tampil (Gol)
2002–2005 Santos 111 (46)
2005–2008 Real Madrid 101 (25)
2008– Manchester City 41 (14)
2010 → Santos (loan) 17 (19)
2010– AC Milan

Tim nasional

2004 Brazil U23 8 (3)
2003– Brazil 76 (23)

Profil Pemain

Robson de Souza (lahir di São Vicente, Brazil, 25 Januari 1984; umur 27 tahun), dipanggil Robinho (berjuluk Little Robson), adalah penyerang Brasil dan AC Milan yang bertinggi badan 175 cm. Ia pemain Brazil yang dipanggil ke Piala Dunia 2006.

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biografi lengkap dari Robinho, pemain yang berposisi sebagai penyerang atau sayap Klub AC Milan asal Brazil

antonio cassa99no

kali datang dari Striker AC Milan asal Italia yaitu Antonio Cassano. Bagi para penggemar Liga Italia khususnya Milanisti, pasti sudah mengenal nama Antonio Cassano. Penyerang yang terkenal bandel, dan sering membuat masalah ini, memang salah satu penyerang hebat yang dimiliki Italia saat ini. Cassano ditransfer dari Klub Sampdoria, bersama AC Milan, Cassano sudah menunjukkan kontirbusinya, dengan bermain bagus bersama Klub yang berjuluk I Rossoneri tersebut. Antonio Cassano lahir di di Bari, Italia tanggal 12 Juli 1982. Bagi anda penggemar Antonio Cassano, ingin mengetahui Profil, Perjalanan Karir, Kehidupan Pribadi, dan Biografi lengkap dari Striker AC Milan asal Italia ini. Berikut profil lengkap Antonio Cassano.


Profil Dan Biodata Lengkap Antonio Cassano



Nama Lengkap : Antonio Cassano
Tempat Lahir : Bari, Italia
Tanggal Lahir : 12 Juli 1982
Kebangsaan : Italia
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : AC Milan

Profil Pemain


Antonio Cassano lahir pada tanggal 12 Juli 1982 di Bari, Italia. Pemain kebangsaan Italia ini menempati posisi sebagai penyerang kedua.

Cassano punya banyak panggilan seperti: Peter Pan, Fantantonio, El Pibe de Bari (merujuk pada panggilan Diego Maradona) dan Il Gioiello di Bari Vecchia (berlian dari Bari Lama). Dia dikenal dengan pribadi yang temparemental sama dengan kemampuannya di lapangan, di mana membuatnya berselisih dengan Fabio Capello pelatihnya saat itu pada bulan November 2002.

Cassano lahir sehari setelah Italia memenangkan Piala Dunia 1982. Dia dibesarkan di lingkungan Bari Vecchia dan mulai bermain sepak bola di sana. Akhirnya dia ditarik ke tim muda A.S. Bari dan akhirnya bisa memulai debutnya di Serie A saat melawan Lecce pada tahun 1999.

Pada usia 19 tahun, Cassano bergabung bersama A.S. Roma dengan transfer sebesar 28 juta Euro. DI musim pertamanya dia mencetak 5 gol, dan dia menjadi pusat perhatian setelah perselisihannya dengan Fabio Capello. Dia sempat disisihkan dari tim pada musim 2004-2005, ketika Roma dilatih oleh Luigi Del Neri. Tetapi setelah diganti dengan Bruno Conti, Cassano kembali ke tim utama dan menjadi kapten klub setelah Francesco Totti harus menjalani hukuman tidak boleh bermain di 5 pertandingan.

Di awal musim 2005-2006, Cassano terus berselisih dengan klubnya karena masalah perpanjangan kontraknya yang habis pada tanggal 30 Juni 2006. Pada bulan Januari 2006, dia memutuskan kontraknya dan bergabung dengan Real Madrid. Dia menjadi pemain Italia kedua setelah Christian Panucci yang bergabung di Madrid. Debutnya terjadi pada tanggal 18 Januari 2006 di Piala Spanyol saat melawan Real Betis, dan mencetak gol pertamanya setelah hanya 3 menit masuk di babak kedua. Tetapi di bulan keempatnya, dia mendapat denda untuk setiap kelebihan berat badannya yang diakibatkan kebiasaan makannya yang buruk.

Pada tanggal 30 Oktober 2006, Cassano mendapat hukuman larangan bermain karena kelakuannya pada Capello, yang bergabung di awal musim 2006-2007. Akhirnya pada tanggal 13 Agustus 2007, Sampdoria meminjam Cassano selama setahun dan setuju membayar gaji 1,2 juta Euro dari total gajinya yang mencapai 4,2 juta Euro. Dia memilih nomor kostum 99, sebagai penghormatan pada Ronaldo, yang memakai nomor yang sama di Milan.

Debutnya di Sampdoria terjadi saat melawan Genoa pada tanggal 23 September 2006. Gol pertamanya terjadi saat lawan Atalanta, seminggu sesudah debutnya. Tetapi pada tanggal 2 Maret 2008, saat melawan Torino dia mendapat hukuman larangan bermain 5 kali karena melempar kostumnya ke arah wasit saat meninggalkan lapangan. DI akhir musim Sampdoria mematenkan statusnya, setelah dilepas oleh Madrid.

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biodata lengkap dari Antonio Cassano, Second Striker asal Italia yang kini bermain untuk Klub AC Milan

SKUAD LENGKAP 2011-2012

Daftar Pemain & Pelatih
1 Marco Amelia Kiper 10Clareence Seedorf Gelandang
30 Flavio Roma Kiper 14 Alberto Aquilani Gelandang
32 Christian Abbiati Kiper 16 Mathieu Flamini Gelandang
- Riccardo Piscitelli Kiper 22 Antonio Nocerino Gelandang
2 Taye Taiwo Bek 23 Massimo Ambrosini Gelandang
5 Philippe Mexes Bek 27 Kevin-Prince Boateng Gelandang
13 Alessandro Nesta Bek 28 Urby Emanuelson Gelandang
19 Gianluca Zambrotta Bek 57 Mattia Valoti Gelandang
20 Ignazio Abate Bek 92 Stephan El Shaarawy Gelandang
25 Daniele Bonera Bek 7 Alexandre Rodrigues da Silva Striker
33 Thiago Silva Bek 9 Filippo Inzaghi Striker
52 Mattia De Sciglio Bek 11 Zlatan Ibrahimovic Striker
76 Mario Alberto Yepes Bek 70 Robinho Striker
77 Luca Antonini Bek 99 Antonio Cassano Striker
- Gianmarco Comi Bek - Kingsley Boateng Striker
- Rodrigo Ely Bek - Simone Ganz Striker
4 Mark van Bommel Gelandang - Massimiliano Allegri Manajer/Pelatih
8 Gennaro Ivan Gattuso Gelandang

PATO 'SI BEBEK' EMAS

Alexandre Pato, adalah pesepakbola asal Brazil yang kini membela tim atau Klub AC Milan. Pemain yang berposisi sebagai Striker ini, bisa dibilang talenta muda berbakat yang dimiliki Brazil saat ini, berbekal kecepatan dan insting mencetak gol yang bagus, membuat pemain yang dijuluki si Bebek ini, disegani dan ditakuti oleh bek lawan. Pato berperan penting baik di Timnas maupun di Klub, baru-baru ini Pato menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain Top, dengan mencetak dua gol ke gawang Inter ketika Milan melakoni laga Derby yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Milan. Pesepakbola kelahiran Pato Branco, Paraná, Brasil, 2 September 1989 ini, memulai awal karier sepakbolanya di klub Brazil Internacional, dan kini Pato berkostum Hitam Merah bersama AC Milan. Bagi anda penggemar atau fans dari Alexandre Pato, ingin mengetahui Profil Pemain dan Biodata lengkap dari pemain yang memiliki nama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva ini. Berikut Profiles dan Biografi lengkap dari Alexandre Pato.


Profil Dan Biodata Lengkap Alexandre Pato



Informasi pribadi

Nama lengkap : Alexandre Rodrigues da Silva
Tanggal lahir : 2 September 1989 (umur 21)
Tempat lahir : Pato Branco, Brasil
Tinggi : 1.79 m (5 ft 10 in)
Posisi bermain : Striker

Informasi klub

Klub saat ini AC Milan
Nomor 7

Karier junior

2000–2006 Internacional

Karier senior

Tahun Klub Tampil (Gol)
2006–2007 Internacional 10 (6)
2007–saat ini AC Milan 57 0(26)

Tim nasional


2008–saat ini Brasil 08 0(1)

Profil Pemain

Alexandre Rodrigues da Silva (lahir di Pato Branco, Paraná, Brasil, 2 September 1989; umur 21 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Alexandre Pato, adalah seorang pesepak bola Brasil yang membela klub A.C. Milan dengan posisi striker. Nama "Pato" yang berarti bebek diberikan kepadanya karena dia lahir di kota Pato Branco, Brazil.

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biodata lengkap dari Alexandre Rodrigues da Silva (Pato) yang merupakan Striker andalan AC Milan